Wednesday, July 25, 2012

Ode Seorang Pejalan


Aku mendamba meniadakan jarak antara aku dan mereka,
Sekumpulan warga asing yang tahu-tahu menyeruak di depan mataku.
Mereka kutemui dalam perjalananku merayakan diri,
Di sebuah tanah asing dengan bahasa yang tak sanggup kuucap.
Aku ingin membuat satu pemahamanku dengan mereka,
Warga lokal yang melalui senyumnya meniadakan batas-batas antar bahasa.
Melalui senyum dan gerakan tangan mereka menuntunku ke arah yang kutuju,
Membuatku menjadi musafir yang berbahagia.
Bahagia itu sederhana, kata mereka.
Sesederhana kakiku yang melangkah riang menuju satu tempat yang biasa kulihat di buku saja,
Sesederhana mata yang terpuaskan oleh pemandangan-pemandangan yang tak rutin,
Sesederhana jiwaku yang bersorak ketika udara asing menelusup masuk di paru-paruku.
Dan begitulah, saat pulang aku memenuhi ranselku dengan timbunan pengalaman.
Karena pengalaman adalah guru yang berharga kata mereka,
Mengajarkan kita banyak hal tanpa perlu membaca dan menghapal.
Jika dalam perjalanan kamu hanya diberi lelah, maka apalah untungmu?
Namun aku tahu perjalananku tak akan pernah sia-sia,
Sepanjang semesta ini setia menyertai langkahku.

:)


note: i owe @greaceal by her poetry at 

so i can write this 

;)

dinoy

2 comments:

  1. I LOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOVE IT!
    Banget banget kak saya sukanya! :)) Thank you much for mentioning my name on it though. Dan ini baru puisi kak! Bagus banget prosa, semuanya sempurna!
    "Membuatku menjadi musafir yang berbahagia."

    ReplyDelete