Thursday, December 13, 2012

5cm: Film tentang Persahabatan dan Indahnya Indonesiaku





Noy, gw mau nonton 5 cm! PIM yok, jam 19.30!!

Sebuah pesan masuk dari Achied, menyentak saya dari rasa kantuk dan jenuh di kantor. Saya melotot membacanya, dan tak pikir panjang langsung mengiyakannya. Saya memang sudah berencana nonton film itu karena liat trailernya yang bagus. Dan beberapa hari ini memang sedang merencanakan kapan nonton bareng temen-temen dari grup Dieng trip. Saya pikir, yang bareng mereka masih belum jelas, toh bisa nonton 2x, haha..

Untungnya hari ini bos juga pulang ontime, sehingga saya langsung bisa bergegas ke PIM menggunakan metromini. Kemacetan di daerah Pondok Indah membuat perjalanan saya menjadi lebih lama daripada biasanya. Malahan Achied yang notabene kantornya jauh (banget) dari PIM lebih dulu sampai di XXI PIM 1 naik ojeg. 

"Noy, tiketnya tinggal dua dong, tapi di seat H sama K, gimana? Apa nonton yang jam 21.55?" Achied menghubungi saya lagi via telepon saat saya masih di dalam metromini.

"Hah, malem banget? Ya udah ambil aja deh yang tadi, udah nanggung ke PIM.." balas saya dengan memperkirakan 15 menit lagi akan sampai di PIM.

....

Ah,  cukuplah prolog mau nontonnya, mari kita langsung bicara tentang si film yang diangkat dari sebuah novel karya Donny Dhirgantoro yang terbit tahun 2005 ini. Saya ingat, pertama kali lihat poster filmnya yang masih coming soon, saya membaca nama-nama artis muda yang terkenal: Fedi Nuril, Herjunot Ali, Saykoji, dan.. Denny Sumargo! Denny Sumargo adalah seorang pemain basket nasional yang keren dan saya sukai. Baru pertama ini saya tahu dia di dunia akting. Film ini dibuat oleh Ram Soraya Film dan disutradarai oleh Rizal Mantovani, nama sutradara yang tak asing lagi.

Selama sekitar setengah jam pertama kita akan disuguhi tentang persahabatan 5 orang - 4 cowok dan 1 cewek - yang sudah 10 tahun berteman. Perkenalan masing-masing karakter, dan kebiasaan berkumpul mereka di setiap akhir pekan. Konflik cerita dimulai saat Genta melontarkan ide untuk berpisah sejenak dan berhenti saling berkomunikasi selama 3 bulan. Menurut saya adegan saat tiba-tiba Genta bilang, "kayaknya ada yang harus kita omongin" itu kurang greget. Karena situasinya mereka sedang nongkrong santai di rumah Arial, dan suasananya pun biasa-biasa saja. Intinya, mereka berlima merasa selama ini teman-teman yang mereka miliki masing-masing ya sebatas antara mereka berlima saja. Mereka butuh hal baru untuk menyegarkan kembali persahabatan mereka. Dan nanti setelah tiga bulan, Genta akan mengajak bertemu dengan kegiatan yang nggak akan dilupakan seumur hidup mereka.

Dan ternyata, kegiatan yang dimaksud Genta adalah pergi ke Malang dan mendaki Gunung Mahameru! Di sinilah keindahan film yang saya nikmati, saya disuguhkan pemandangan di kawasan Taman Nasional Semeru. Bagaimana saya mendeskripsikannya, ya.. Silakan googling sendiri bagaimana menawannya desa Ranu Pane, Ranu Kumbolo, dan samudera awan berarak yang dapat dilihat dari puncak Mahameru. Benar-benar pemandangan yang membuat napas tercekat! Menurut saya, jalan cerita 5cm sendiri sih ringan khas remaja. Tidak ada isu penting yang diangkat di sini. Celotehan khas para sahabat saat berkumpul, candaan dan olok-olokan terasa natural di antara Genta, Zafran, Arial, Ian, dan Riani. Beberapa hari lalu saya iseng membaca resensi buku 5cm di goodreads. Dari sini saya tahu bahwa makna 5cm adalah tentang menggantungkan mimpi 5cm di atas kening, agar kita selalu ingat dan terpacu untuk mewujudkannya. Di film ini juga dibahas tentang mimpi, yang sayangnya menurut saya sih kurang kuat pembahasan tentang mimpi mereka masing-masing. Lebih terasa maknanya saat mereka berusaha mendaki puncak, analogi mimpi di sini diangkat. Bagaimana mereka sekuat tenaga dan bahkan hampir mati menaklukkan puncak Mahameru. 

Saya rasa pasti banyak yang tertantang dan terpanggil untuk datang ke penggalan surga di Semeru ini. Dialog-dialog di dalam film memang banyak yang komedi, tapi memasukkan pula kata-kata yang filosofis (quotable). Dipicu dari Zafran yang memang suka berpuitis. Dan saat baru saja tiba di Semeru, gara-gara melihat keindahan alam di sana, mendadak enam orang ini (plus Dinda, adik Arial) jadi bisa berkata filosofis. Jadi ingat kritik di goodreads yang bilang bahwa buku ini tebal karena terlalu banyak quote yang kebanyakan diambil dari milik orang terkenal. Ya, menurut saya ada juga bagian saat pemain mengucapkan kalimat inspiratif yang sekali lagi menurut saya, terkesan dipaksakan. 

Secara keseluruhan, saya sangat terhibur dengan film ini. Banyak tertawa, dan di 45 menit terakhir dibawa terharu oleh suasana enam orang menaklukkan Gunung Mahameru. Keindahan alam di sana membuat mereka semakin membulatkan rasa cinta dan komitmen kepada Indonesia. Buat pecinta alam film ini pasti menarik banget buat ditonton!

dinoy 

Saturday, November 24, 2012

Traveling: Short Trip vs Long Trip

inspireblogger.com


(disclaimer: artikel ini murni pendapat pribadi dan hasil berbincang-bincang dengan beberapa teman traveler.. tapi jika sempat suatu saat akan diperkuat pula dengan riset). :)

Jika dirunut menurut periode waktu lama melakukan perjalanan, maka traveling bisa juga dikategorikan menjadi long trip dan short trip

Long trip adalah perjalanan yang membutuhkan waktu setidaknya seminggu atau lebih, sedangkan kebalikannya short trip biasanya cukup beberapa hari saja, kurang dari seminggu.

Secara pribadi, selama ini saya menggunakan metode short trip, di mana paling lama saya melakukan perjalanan adalah selama empat hari, biasanya sih maksimal ke dua kota. Beberapa contohnya adalah ke Kuala Lumpur & Singapore (4 hari), Balikpapan (4 hari), atau ke Dieng (3 hari). Dan karena sering menggunakan metode ini, maka saya akan coba menganalisa sisi-sisi short trip terlebih dahulu, enak-nggak enaknya.

Well, alasan saya memilih short trip sih simpel saja, karena masalah keterbatasan cuti dan juga dana. Selama ini saya belum berani meninggalkan pekerjaan di kantor terlalu lama, maka paling banyak saya pernah mengambil cuti dalam sekali adalah dua hari dan biasanya dimepetin dengan akhir pekan atau tanggal merah, jadi bisa agak lamaan travelingnya. Sisi enaknya short trip adalah kita nggak perlu menyiapkan dana terlalu banyak sebagai bekal, dan dalam setahun kita bisa membagi-bagi waktu jalan-jalan kita untuk beberapa bulan ke beberapa kota atau negara berbeda. Cara yang cukup efektif untuk mengusir kejenuhan bagi pekerja penuh waktu di kantor seperti saya. :) 

Untuk tahun ini sendiri saja, saya sudah melakukan beberapa short trip berbeda di beberapa bulan, yaitu: Kuala Lumpur & Singapore (Maret, 4 hari), Balikpapan (Mei, 4 hari), Ujung Genteng (Juli, 3 hari), Bandung (Agustus, 2 hari), dan Dieng Plateau (November,3 hari). Saya sih cukup puas dengan perjalanan-perjalanan tersebut, sebagai sarana refreshing. Dari sisi nggak enaknya, short trip membuat kita harus pintar-pintar memadatkan waktu dan kegiatan jalan-jalan. Kesempatan untuk bergaul dengan penduduk lokal pastinya ada, tapi terbatas karena kita dituntut untuk segera melangkahkan kaki ke tujuan berikutnya. Rata-rata dari kita pasti nggak mau kan menyia-nyiakan waktu pergi ke tempat yang baru (dan jauh) tapi melewatkan banyak spot penting? Nah, di sinilah kejelian kita untuk mengatur waktu short trip kita. :) Dari sisi dana, memang lebih hemat masalah uang saku, tapi untuk transportasi juga harus jeli. Jika short trip kita lakukan saat akhir pekan, biasanya sih harganya lebih mahal. Ya, bisa disiasati juga sih dengan cara hunting tiket promo. :)

Mari bicara tentang long trip. Saya memang belum pernah melakukannya, tapi suatu hari saya akan mencobanya. Tahun depan sebenarnya saya sempat terpikir untuk melakukan itu, tapi entahlah, saat memikirkan saya harus mengajukan cuti 4 hari berturut-turut, rasanya langsung ciut, haha! Ya, mungkin suatu saat nanti. Jujur saja, metode long trip susah dilakukan oleh pekerja kantoran penuh waktu. Biasanya perusahaan menerapkan jatah hari cuti maksimal yang bisa diambil dalam sekali pengajuan cuti. Tapi saya dengar teman pernah bercerita bahwa untuk melakukan long trip, dia rela mengambil unpaid leave, alias cuti dengan risiko potong gaji (kalau kondisinya jatah cutinya sudah habis). Yang ini memang kondisional sekali ya, kebijakan tiap perusahaan kan berbeda. :) Enaknya long trip, tentu saja kebalikan dari short trip, kita bisa lebih banyak mengeksplorasi beberapa kawasan sekaligus, plus kesempatan untuk membaur dengan budaya lokal juga lebih luas. Dari sisi dana, beberapa keuntungan long trip adalah bisa menghemat biaya tiket pesawat yang lebih murah kalau weekday, atau perjalanan antar negara bisa dilakukan dengan perjalanan darat karena waktunya yang panjang (contoh: Malaysia - Thailand). Tapi tentu saja uang saku yang disiapkan juga lebih banyak daripada short trip, ya. Kelemahannya, jika kamu bermasalah dengan kondisi waktu dan uang, maka dalam setahun ya tidak bisa sering-sering melakukan long trip, mungkin kalau ditotal hanya 1-2 kali bepergian saja, yang mana sekalinya pergi bisa langsung dua minggu atau lebih. :)

Ya, short trip atau long trip, masing-masing punya keasyikannya sendiri, tinggal disesuaikan saja dengan tujuan dan kemampuan kita. Jika tujuanmu adalah sekadar refreshing dan ingin melakukannya rutin, menurut saya short trip adalah pilihan yang pas. Tapi kalau kamu benar-benar ingin menyelami menjadi seorang pejalan dengan mengenal betul kebudayaan setempat dan berdiam diri lama, long trip adalah jawabannya. :)

Ada pendapat lain mungkin? Feel free to share with me :)

dinoy

Wednesday, November 21, 2012

Jadwal Traveling 2013




Wooppss! Gara-gara ajakan teman dan juga promo tiket pesawat super murah, saya jadinya kalap membeli beberapa tiket untuk rute penerbangan berbeda di tahun 2013. Dan tujuan saya membagikan di sini bukan berniat pamer, tapi lebih ingin berbagi saja kalau bisa banget dapat tiket dengan harga murah ke destinasi-destinasi jauh. Dan siapa tahu, ada dari antara kalian yang mau join traveling bareng saya?? Yuk, mariii ... ^^
  • 24 - 27 Januari 2013: Padang + Bukittinggi >> beli tiket Mandala seharga Rp 839.800 rute Jkt-Pdg-Jkt
  • 31 Januari - 04 Februari 2013: Surabaya + Bali (rencananya Ubud) >> beli tiket Mandala seharga Rp 120.400 untuk rute: Jkt-Sby-Dps-Sby-Jkt. 
  • 02 - 04 Maret 2013: Surabaya (ehm, yang ini lebih ke pulang, ya ^^) >> beli tiket Mandala seharga Rp 30.100 untuk rute Jkt-Sby-Jkt.
  • 24 - 26 Mei 2013: Yogyakarta untuk mengikuti peringatan Waisak, tapi belum beli tiket, hihii..
  • 05 - 08 Juni 2013: Makassar + Toraja. >> beli tiket Air Asia seharga Rp 148.400 rute Jkt - Mks - Jkt
  • 03 - 06 Oktober 2013: Manila + Cebu Filipina >> beli tiket Cebu Pacific Air total seharga Rp 867.633,9 untuk rute Jkt - Manila - Cebu - Manila - Jkt.
Nah! Itu dia jadwal traveling saya.. untuk beberapa rute harganya lumayan kampret, kan? Hahaha!! Mudah-mudahan kalau nggak ada aral melintang saya jadi berkunjung ke destinasi-destinasi tersebut. ^^

Dan ngomong-ngomong sering ada yang tanya sama saya, gimana sih bisa tahu info tiket-tiket muree begitu?? Well, sebenernya bukan hal yang luar biasa karena banyak yang lebih cepet tahu daripada saya. Tapi kalo tips saya:
  • Bikin akun di beberapa web maskapai penerbangan jadi dapat email updatenya.
  • Follow akun media sosial mereka seperti twitter dan facebook.
  • Join dengan komunitas traveler.. yang ini ampuh banget karena kalau lagi nggak online internet, saya sering banget dapat informasi dari teman-teman ciamik ini lewat grup bbm or whatsapp.! Hahaha!!
So, kalau kamu tahun depan mau ke mana ajaa?? 

Happy traveling, yaa ^^


dinoy

Saturday, November 10, 2012

Roti Bakar Eddy Cokelat-Keju Tabur Keju .. Enaknya,, BAHAYA JENDERAL!!

Aah, akhirnya setelah dulu sempat ingin mencicipi Roti Bakar Eddy yang terkenal ini, semalam bisa juga keturutan! Bareng-bareng sama tiga orang teman, saya mendatangi warung tenda yang berada di kawasan di belakang kampus Al-Azhar. Ini adalah Roti Bakar Eddy yang pusatnya, yang ada di blok M. Fyi, Roti Bakar Eddy buka cabang juga di beberapa mall dan juga ada di Bandung, lho!

Di kawasan ini berderet beberapa warung tenda, tidak hanya milik Roti Bakar Eddy. Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul sebelas malam saat kami datang, tapi suasana masih tampak ramai, terutama oleh anak-anak muda usia kuliahan. Kami mulai mengamati daftar menu yang disediakan. Ini penampakan menunya. Maaf ya gelap, foto malam-malam dan cuma pake blackberry sih, nggak bawa kamera. :D


Karena penasaran dengan roti bakarnya yang kondang itu, tentu saja mata saya fokus pada menu roti bakar. Varian rasa yang ditawarkan: keju, kacang, cokelat, pisang, telor, dan kornet. Dan sebagai pecinta cokelat dan keju, saya pun memilih roti bakar cokelat-keju. Sembari menunggu teman-teman lain memutuskan menu pesanan, saya melihat-lihat gambar di menunya. Eh, apa nih 'Burju'.. foto roti bakar dengan taburan keju yang AMAT melimpah. Jadi ngiler, nih. Apalagi setelah saya perhatikan, ada cokelat juga di dalamnya. Oh, jadi maksudnya saya bisa memilih menu burju yang berarti ada taburan keju parut ekstra di roti bakar saya. Baiklah, saya pesan itu! *buru-buru menambahkan tulisan burju di belakang menu roti bakar cokelat-keju pesanan saya* Minumnya, teh tawar hangat saja, sudah banyak kalori menumpuk nih! *evil grin*

Sambil menunggu pesanan datang, kami ngobrol-ngobrol. Saya memerhatikan suasana sekitar. Pengamen datang menghampiri meja kami, namun kami menolak secara halus. Dan sekitar lima belas menit kemudian, pesanan saya yang hanya seharga Rp 10.000 ini datang juga. 

Huwooowwhh!! Embel-embel 'burju' nya benar-benar nggak berlebihan, deh. Coba lihat aja, rotinya sampai hampir nggak terlihat gini karena terselimuti taburan keju parut. Duh, nggak sabar segera mencicipinya, deh!


Penasaran dengan isi di dalamnya, saya membalikkan roti bagian dalam. Dan terlihatlah cokelat meses yang melekat penuh di permukaan roti. Glek, makin ngiler deh.. Duh, lagi-lagi maaf ya kalau gambarnya gelap gini..


Akhirnya saya mulai menyuapkan potongan roti cokelat-keju ini ke dalam mulut saya. Roti kasur yang dibuat sendiri oleh pemiliknya ini kerasa banget kalau sudah dibakar dengan pas. Kress! Garingnya terasa menyenangkan di mulut saya. Kejunya terasa lembut dan gurih, lalu rasa manis saya peroleh dari cokelatnya.

Hmmm... Nyuuumm... Ehemmmm... Enaknyaaaa... BAHAYA, JENDERAL!!

Kamu harus benar-benar menyukai keju kalau memesan menu 'burju', karena kalau nggak, kamu akan merasa enek dengan keju yang berlebihan ini. Saya sempat merasakannya, sebentar saja, karena setitik rasa enek itu jauh terkalahkan oleh keenakan yang saya rasakan saat mengunyah dan mengecap roti bakar cokelat-keju ini. 

Aduh, rasanya saya jadi pengen sering-sering ke sini, deh. Roti bakar cokelat-keju (burju) + teh tawar hangat, total hanya seharga Rp 12.000. Saya kenyang, senang, sekaligus merasa berdosa telah menumpuk kalori tengah malam. Hahahaa!!




Monday, November 5, 2012

Sneak Peek of Dieng Trip

Bagi saya, selalu ada cerita tersendiri setiap saya usai melakukan suatu perjalanan. Kapasitas otak saya terbatas untuk mengingat setiap pengalaman berharga saya, maka di sinilah saya mendokumentasikannya. Akhir pekan lalu (2-4 November 2012), saya melakukan perjalanan ke Dieng, Wonosobo - Jawa Tengah. Ada beberapa hal yang ingin saya ceritakan ..


Pengalaman pertama saya menjadi peserta trip organizer .. menikmati alam indah di dataran tertinggi kedua di dunia ini .. hingga tersengal-sengal mendaki Gunung Sikunir untuk menikmati pemandangan matahari terbit di pagi hari. Saya bersyukur ada teman-teman baru yang bersedia menjadi penopang dan penyemangat saya. Karena jika saya sendiri, saya yakin dengan mudahnya saya akan lebih memilih menyerah dan duduk saja di pinggir tanjakan. 



Saya akan menceritakan semuanya, tapi nanti. Untuk sementara, biarlah artikel pendek dan cuplikan beberapa foto ini menjadi semacam sneak peek untuk cerita lengkap saya, nanti. ;)








dinoy

Thursday, November 1, 2012

Beli Tiket Kereta Api Semakin Mudah dan Efisien


ilustrasi kereta api, source: pedomannews.com

Naik kereta api, tut.. tut.. tut..
Sii~apa hendak turut..
Ke Bandung.. Surabaya..
Bolehlah naik dengan percumaa~
Ayo kawanku lekas naiii~k..
K'retaku tak berhenti lama~
(lagu anak-anak yang belum diketahui penggubahnya)

Ada beberapa persoalan yang saya temukan di dalam lagu anak-anak tersebut. Pertama, dari dulu sampai sekarang masih penasaran kenapa disebut kereta api, padahal nggak kelihatan apinya. Kedua, naik dengan 'percuma' ? Maksudnya apaa? Ngapain naik kereta kalau jadinya sia-sia? Atau maksudnya percuma tuh gratis, diambil dari bahasa melayu? Wah kalau iya, hati-hati ditangkap sama petugas kereta tuh. Terakhir, naik kereta kok diburu-buru, memangnya bisa naik sembarangan? Memangnya ini metromini? Wew... *emot emosi*

Okay, lupakan kegalauan saya tentang lagu anak-anak tersebut, karena bukan itu pokok permasalahan yang ingin saya bahas di artikel saya kali ini. BUKAN!! *emot muka datar* Yang ingin saya bagi adalah bahwa mulai beberapa bulan belakangan membeli tiket kereta api menjadi semakin mudah dan praktis untuk dilakukan. Well, mundur ke beberapa tahun lampau. Semenjak saya merantau di Jakarta dari tahun 2008, kereta adalah moda transportasi yang sering saya gunakan untuk bertolak pulang ke haribaan rumah saya di Jawa Timur. Kereta Api Gumarang kelas bisnis tujuan Surabaya, lebih tepatnya. Dan biasanya saya harus datang ke stasiun untuk melakukan proses pembelian secara manual dan tak jarang, saya harus mengalami antre yang panjang, apalagi jika membeli untuk periode lebaran.


ilustrasi antrean pembelian tiket KA, source: bisnis.web.id
Demi mendapatkan selembar tiket yang berharga itu, saya harus datang pagi-pagi betul dan saya ingat di tahun 2009, saya gagal mendapatkan tiket KA untuk mudik lebaran meski sudah dua kali datang pagi. Antreannya luar biasa membeludak, kawan!

Namun PT. Kereta Api Indonesia terus berbenah dalam melayani konsumennya. Pembelian tiket Kereta Api kini bisa dilakukan tanpa harus datang ke stasiun. Sekarang kita bisa lho beli tiket di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. PT. KAI telah bekerja sama dengan dua toko ini untuk melayani pembelian tiket KA. Saya telah membuktikannya sendiri saat beberapa bulan lalu membeli tiket di Indomaret dekat kos. Caranya? Tinggal sebutkan di kasir tiket KA yang kita cari maka mereka akan mengecek ketersediaan dan juga harganya. Saran saya, lebih baik browsing dulu nama KA, lengkap dengan stasiun keberangkatan dan kedatangan, karena kadang-kadang kasirnya suka lelet! Nah, setelah tiket yang kita cari ada, maka mereka akan menanyakan data kita beserta dengan kartu identitas. Lalu kasir akan mencetak bukti pembayaran dan juga semacam voucher untuk ditukarkan dengan tiket di stasiun. Iya, tetap harus datang ke stasiun sih untuk menukarkan tiketnya, dan jangan lupa membawa kartu identitas saat menukar tiket tersebut. Batas penukaran tiket bisa dilakukan hingga satu jam sebelum keberangkatan. Oh ya, biaya administrasi yang dikenakan untuk pembelian di Indomaret adalah Rp 7.500 saja dan waktu itu saya mendapat bonus mie instan dalam gelas. Hihi, lumayan lah.

ilustrasi indomaret, by kompasiana.com

Selain lewat dua toko tersebut, ternyata pemesanan tiket kereta api juga sudah bisa melalui internet lho, sudah sama seperti pesan tiket pesawat terbang, deh. Dan saya sudah mencobanya. Pakai web apa? Sebenarnya pakai web resmi PT. KAI juga bisa, di www.kereta-api.co.id, tapi yang saya sudah lakukan adalah membeli di www.tiket.com. Situs ini semacam one stop shopping untuk bermacam-macam tiket. Tiket pesawat terbang, hotel, kereta api, konser, bahkan film bisa didapat di sini. Beberapa hari lalu saya kembali membeli tiket pulang ke Surabaya untuk periode natal. Standar mengisi data-data seperti pemesanan online tiket pesawat terbang sih, bahkan kita bisa memilih nomor kursi tanpa dikenakan biaya! Keren. 


Setelah selesai melakukan proses pembayaran (bisa dipilih lewat kartu debit atau kartu kredit), kita akan memperoleh voucher dan kode booking seperti di atas. Benar-benar seperti membeli tiket pesawat, kan? Namun tetap, kita perlu menukarnya ke stasiun dengan tiket kereta yang sah seperti ini:


Biaya administrasinya sebenarnya sama, Rp 7.500, namun karena saya membayar dengan kartu kredit, maka total biaya administrasinya adalah tujuh belas ribuan rupiah. Nah, tadi saya coba membandingkan dengan memesan tiket di web resmi PT. KAI. Sebenarnya sama praktisnya, metode pembayaran pun sama dengan tiket.com. Cuma yang saya heran, kenapa biaya administrasinya jadi lebih mahal, ya? Misalnya, saya coba cek pemesanan tiket Argo Parahyangan tujuan Jakarta-Bandung. Harga tiket Rp 80.000, namun total pembayaran dengan metode kartu kredit berbeda. Di kereta-api.co.id bisa mencapai Rp 102.500, sedangkan di tiket.com Rp 92.500. Walah, lumayan banget tuh selisih Rp 10.000! Dan lagi tidak ada pilihan nomor kursi *sigh*

Itu tadi cerita pengalaman saya berkaitan dengan kemudahan pemesanan tiket kereta api. Berguna banget buat kita yang kurang punya waktu untuk ke stasiun langsung, dan takut kehabisan tiket. Tapi kalau waktunya senggang sekalian jalan-jalan, saya sih menyarankan beli langsung di stasiun ya, kecuali untuk peak season seperti lebaran yang antreannya bisa gila-gilaan. Kenapa? Selain tanpa dikenai biaya administrasi, toh kalau kita membeli tiket lewat minimarket atau internet, tetap saja vouchernya harus ditukarkan dengan cara datang ke stasiun, kan? As simple as that. :)

Naik kereta api yuk, nggak bakal 'percuma' deh! ^^


note: berbeda dengan pemesanan tiket pesawat terbang yang bisa dilakukan hingga setahun sebelumnya, maka batas pemesanan tiket kereta api adalah 90 hari alias tiga bulan sebelum keberangkatan. :)
dinoy



Wednesday, October 24, 2012

Cemal-Cemil di Joe's Pancake & Toast



Kali ini saya akan mereviu sebuah tempat makan baru yang menyajikan kudapan ringan nan lezat. Namanya, "Joe's Pancake & Toast", kedai yang dimiliki oleh seorang kawan traveler saya yang bernama Donal Wikarta alias Joe alias @monyetterbang. Sesuai namanya, kedai yang terletak di Bekasi ini menyajikan hidangan Pancake dan Toast dengan aneka varian rasa. Apa itu Pancake? Pan=wajan, cake=kue, yang berarti kue yang dimasak di atas wajan, dengan bahan dasar tepung terigu, susu, telur. Apa itu Toast? Serius ada yang nggak tahu 'toast'? ADA! *uhuk* *no mensyen* Toast adalah bahasa Inggris yang artinya roti bakar.

Naaah, jadi hari itu, tanggal 20 Oktober 2012, yang bertepatan dengan malam minggu, sebagai jomblo yang (kadang-kadang) ngenes, saya tak perlu merasa susah hati, karena saya dan teman-teman berencana untuk mendatangi "Joe's Pancake & Toast" yang dibuka pertama kali untuk umum. Dengan menumpangi mobil milik dua orang sahabat, kami beramai-ramai menuju Bekasi. Saat kami datang, sudah ada beberapa pengunjung yang datang duluan untuk menikmati sajian ala Chef Joe ini. Kami pun segera menyatukan beberapa meja dan kursi agar muat untuk kami berdelapan. Nggak perlu menunggu lama, kami segera menyimak menu yang ditawarkan dan mulai memesan. 

Ini nih menunya:


Wah, ternyata harganya terjangkau ya, untuk jajan-jajan lucuk! 

Satu persatu mulai memesan sesuai judul yang tertera, kami memesan menu yang berbeda satu sama lain agar dapat mencicipi dan saling tahu bagaimana hasil karya Chef Joe ini ..

Kedai "Joe's Pancake & Toast" ini terletak di sebuah ruko yang terdiri dari tiga lantai. Lantai satu untuk pengunjung, lantai dua tempat memasak, dan lantai tiga sebagai teritori pribadi pemilik kedai. Meski pesanan kami banyak, untungnya kami nggak perlu menunggu lama untuk menu-menu tersebut disajikan. Joe alias Donal alias @monyetterbang dengan sigap naik-turun lantai satu-dua untuk menghantarkan pesanan kami.

Inilah penampakannya ...


Joe's Pancake - menu andalan dengan ice cream sebagai topping, dilengkapi empat macam buah: Mangga, Strawberry, Nanas, dan Leci


Strawberry Kiss - Pancake dengan topping buah Strawberry dan saus strawberry, juga taburan gula halus. Yumm!


Toast Choco Cheese - Roti Bakar yang dibanjiri keju parut, meses cokelat, dan cairan cokelat. Huwoooww!! *ngenceess*

Tropical Island - Pancake dengan topping buah strawberry, leci, mangga, dan ada taburan gula dan saus cokelat. Seger, ih!


Michael Jackson - Pancake yang diatasnya diletakkan buah cherry, dilumuri saus vla dan cokelat, serta gula halus sebagai pelengkap. Kenapa namanya Michael Jackson, yaa?? Masih misteri. Tapi enak! Ciyuuuss deh!


Choco Mango - Pancake 3 in 1: Mangga, Cokelat, dan gula halus sebagai topping? Mantap!


Pancake Cheesy Choco - Pesenan saya, nih.. Hmm, sederhana ya, keju parut, meses cokelat, dan saus cokelat. Tapi gurihnya itu lho, mau lagi dong Chef Joe! ^^

Nah, itu tadi beberapa menu yang kami coba di kedai "Joe's Pancake & Toast".. Sebagai sebuah tempat baru, memang nggak bisa dipungkiri kalau masih ada beberapa kekurangan. Misalnya, AC mana nih AC, agak gerah, kakaaakk *kipas-kipas* *pake blower* *rambut berkibar ala Syahrini* Hehee.. but so far, makanan-makanan tersebut enak! Kata temen-temen yang udah nyicipin, tekstur pancakenya lembut dan empuk.. Varian toppingnya yang macem-macem juga nggak bikin bosen.. 

Jadi kalau mau ngerasain pancake sama toast buatan anak negeri yang doyan traveling ini, hayuklah datang ke sini.. ke Bekasi.. Alamatnya? Grand Galaxi City, Ruko Sporadis Blok EB No. 145 C..

Jangan lupa juga mention ke ownernya @monyetterbang kalau mau tanya-tanya.. Nih dia orangnya,,

 

Joe alias Donal alias @monyetterbang yang sedang menceritakan kisah perjuangannya merebut hati sang kekasih mendirikan "Joe's Pancake & Toast".

Buat kumpul-kumpul lucuk, cemal-cemil, ngegalau, atau malah mau belajar bikin pancake? Hahaha, dateng ajaa! Kali aja si Chef mau berbagi rahasianya .. ;)




Geng hore TravelTroopers yang bertandang ke "Joe's Pancake & Toast"


dinoy










Thursday, October 4, 2012

Bintang-Bintang.. Berikan Cahayamu ..




Lihatlah bintang di angkasa malam
Biarkan matamu menatap indahnya
Katakanlah pada yang bersinar
Khayalanmu dan mimpimu
Coba pejamkanlah dua matamu
Biarkan cahaya membias di pelupuk
Resapi dan yakinkan dirimu
Harapanmu kan menjelma
(bintang-bintang) berikan cahayamu
(bintang-bintang) taburi kami malam ini
(bintang-bintang) biarkan sinarmu .. uuu
(bintang-bintang) menerangi indahnya cinta

(Bintang-bintang .. lagu yang dipopulerkan oleh Titi DJ)

 photo credit: altahira.wordpress.com

Melihat bintang di Jakarta yang penuh gedung bertingkat dan polusi dari asap knalpot? Rasanya bagai mimpi di siang bolong, ya? Tapi ternyata, hal ini bisa kita lakukan jika mengunjungi Planetarium di daerah Cikini, Jakarta Pusat. Tempat ini berada di satu area dengan bioskop Taman Ismail Marzuki 21 dan Institut Kesenian Jakarta.

Sabtu siang, tanggal 15 September 2012, saya berkesempatan mengunjungi tempat ini bersama dua kawan saya: @achiedz dan @shititsemily .. Sebelumnya saya hanya pernah mendengar tentang tempat ini, namun belum pernah mengunjunginya. Di bayangan saya, Planetarium adalah tempat sejenis museum di mana kita bisa meneropong bintang atau melihat peraga tentang galaksi.

Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang lebih saat kami makan siang di daerah Menteng, bersama teman kami lainnya, @harry_mdj. Kami sedang menimbang apakah jadi ke Planetarium dengan waktu yang ada. 

"Jadwalnya sih jam 14.30," ujar Achied.
"Ha? Udah jam berapa ini? Mending nggak usah lah, cuma bisa sebentar," tukas saya.
"Ya cukup lah waktunya, kan tinggal muter sebentar udah sampe TIM," saran Harry, yang sayangnya nggak bisa bergabung dengan kami untuk acara selanjutnya. Hari itu memang kami bepergian seharian. Setelah Monas, Museum Nasional, Planetarium, kami berencana akan melanjutkan berkaraoke dengan teman-teman lain sampai malam.
Saya masih nggak mudeng dengan saran Harry. Karena di bayangan saya, Planetarium tutup sampai jam 14.30 seperti kata Achied tadi, jadi ya buat apa ke sana kalau cuma bisa mengunjungi sebentar dan terburu-buru? Tapi saya toh ikut saja dengan rencana teman-teman.

Sekitar pukul dua kurang kami sampai di Planetarium, Cikini. Nah! Barulah di sini saya paham, bahwa yang dimaksud Achied tadi adalah jadwal pemutaran film! *tepuk jidat*
Di dalam ruangan tertempel jadwal pertunjukkan pemutaran film tentang bintang dan galaksi sebagai berikut:

Selasa sampai dengan hari Jumat : Pukul 16:30
Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional : 10:00, 11:30, 13:00 dan 14:30
Hari Libur Nasional yang jatuh pada hari Jumat : 10:00, 13:30 dan 16:30

Jadwal tersebut berlaku untuk pengunjung perorangan, dan harga tiket sebesar Rp 7000 untuk dewasa dan anak-anak seharga Rp 3500.

Kami pun ikut duduk bersama pengunjung-pengunjung lain menunggu loket dibuka. Sekitar pukul 14.15, loket dibuka dan antrian mulai berjalan. Untuk satu pertunjukkan dijual tiket sebanyak 300 sesuai dengan kapasitas ruangan. Di atas loket kami melihat televisi yang menampilkan jumlah tiket yang tersisa. Hari itu Planetarium dikunjungi banyak orang yang rata-rata membawa anak-anaknya untuk menyaksikan pertunjukan. Sepertinya hanya kami bertiga orang dewasa yang sebegitu inginnya menyaksikan pertunjukan ini, tanpa embel-embel anak kecil di gendongan atau gandengan tangan kami, he he ..


kursi untuk pengunjung di depan loket - photo credit: @achiedz


antrian pembelian tiket dan petunjuk jumlah tiket yang tersedia - photo credit: @achiedz

Kami masuk ruangan dan duduk manis di kursi yang kami pilih. Kursi di Planetarium didesain untuk kita dapat merebahkan tubuh, karena film diputar di layar raksasa di atas kita. Saya duduk di kursi yang sayangnya kurang baik pengatur sandarannya, sehingga saya tidak bisa dengan enak menyandarkan tubuh.

 suasana di dalam ruang pertunjukan- photo credit: @achiedz

siap-siap nonton pertunjukan bintang - photo credit: @achiedz

Begitu seluruh pengunjung yang telah membeli tiket dipastikan sudah masuk ke dalam ruangan, lampu mulai dimatikan. Narator menyambut kami dan menginfokan hal-hal seputar pertunjukan yang akan berlangsung. Lalu tak perlu menunggu lama, kami dibawa ke suasana malam di mana bintang-bintang bertaburan dengan sangat banyak. Kami serasa berada di padang luas tanpa ada bangunan-bangunan angkuh yang seringkali mengaburkan pengertian kami bahwa pemandangan galaksi amatlah indah.

Dengan suara yang khas -cenderung mellow bikin galau- narator menjelaskan tentang rasi bintang, matahari, siklus rotasi siang - malam, sampai jajaran planet menurut update terbaru, di mana Pluto tidak lagi diperhitungkan sebagai planet. Tak jarang kami dan seluruh pengunjung bertepuk tangan saat disuguhi pertunjukan keindahan galaksi yang spektakuler. Kami nggak memedulikan bahwa itu hanyalah sekadar film. Kami membiarkan imajinasi kami melayang seolah-olah kami sedang menaiki pesawat ulang alik dan melihat pemandangan langit malam di sekeliling kami ..

"Mari bersiap-siap.. pegang tangan pasangan atau orang di sebelah anda, karena kita akan segera terbang dengan pesawat ulang-alik .." begitu kira-kira perkataan narator yang membuat kami mengernyitkan dahi, saling memandang satu sama lain, lalu tertawa. 

"Mas, galau ya mas?" bisik Achied.

Pertunjukan film tentang tata surya di Planetarium berlangsung sekitar 45 menit. Dan untuk ukuran pertunjukan seharga Rp 7000, kami merasa sangat puas. Kami bisa rileks menyandarkan tubuh kami dan membawa imajinasi kami melayang menemui isi tata surya. 

Terbukti kok, kalau Jakarta nggak melulu tentang mall-mall megah saja yang dijadikan sarana 'rekreasi' di akhir pekan. Ada museum-museum yang menarik untuk dilihat seperti Museum Nasional, Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, Museum Fatahillah, dan juga Planetarium yang bagus sebagai sarana pendidikan anak untuk mengenal penghuni galaksi. 
Yuk, jalan-jalan lihat bintang di Jakarta !

dinoy
                

Monday, October 1, 2012

Bakmi Godog Jogja - Panglima Polim


Malam ini, tiba-tiba saja saya ingin makan tahu tek (atau biasa juga disebut tahu telur). Maka sepulang kerja saya menumpangi metromini untuk menuju warung tenda di daerah Panglima Polim, tempat makan yang menjual tahu tek dan tahu campur yang pernah saya cicipi beberapa waktu lampau. Tapi karena saya sudah terlalu lama tidak singgah di warung tenda tersebut, rupanya saya salah berhenti dan warung tendanya masih jauh dari tempat saya memutuskan turun dari metromini tadi. Sejenak saya berpikir untuk menunggu metromini selanjutnya demi memenuhi keinginan saya makan tahu tek. Saya melihat di sekitar saya, ada gerobak penjual 'Bakmi Jogja'. Saya pikir, saya masih bisa menikmati tahu tek lain kali, daripada harus naik metromini lagi, mending saya mencoba makanan ini saja. 

Ini memang bukan pertama kalinya saya makan bakmi Jogja, saya sudah pernah mencoba makanan ini di dua tempat yang berbeda. Tapi tidak ada salahnya saya mencobanya lagi, dan mencoba menceritakan bagaimana rasanya kepada anda ..

'Godog opo goreng ?'

Pertama kali menyebutkan pesanan satu bakmi Jogja makan di tempat, saya langsung ditawari pilihan oleh mas-mas penjual yang memakai kemeja batik -sepertinya tampak menghayati daerah asal makanan yang dijajakannya. "Godog (rebus) atau goreng?" tanyanya. Karena saya sedang ingin menikmati makanan berkuah hangat, maka saya memilih bakmi yang dimasak dengan cara direbus. 

Sekitar lima belas menit kemudian, tersaji di hadapan saya sepiring bakmi rebus dengan kuahnya yang melimpah, juga ditemani piring lain  dengan ukuran lebih kecil yang berisi kerupuk. Taburan bawang goreng, potongan tomat, irisan daun bawang dan kol, serta suwiran daging ayam melengkapi hidangan untaian mi berwarna kuning tersebut. Tak lupa juga telur ayam dipecahkan dan dicampurkan acak ke dalam sajian bakmi Jogja ini. Saya mulai menyendok kuah yang tampak panas dengan uapnya yang mengepul. Meniupnya perlahan dan menyuapkannya ke dalam mulut. Permukaan lidah saya disapa oleh sebentuk rasa gurih-sedap yang ditawarkan oleh kuah dari bakmi rebus ini. Ada rasa asin yang tidak berlebihan yang bisa saya kecap. Selanjutnya saya mulai menyuapkan menu utamanya: bakmi itu sendiri. Mi nya terasa liat, bentuknya yang bulat kecil terasa pas saat dikunyah, dan dimakan bersama pelengkap lain seperti daging ayam dan daun bawang menambah kegurihan bakmi ini. Sungguh sajian yang mantap dinikmati sambil menghangatkan badan. 

 

Arang, kunci rahasia si bakmi Jogja

Ketika saya menoleh ke gerobak di samping saya dan memperhatikan cara memasak makanan ini, saya mendapati wajan dan tungku arang digunakan sebagai alat mengolahnya. Sepertinya hal ini juga turut membuat bakmi yang saya santap menjadi lebih sedap dan memiliki rasa yang khas. Memasak menggunakan arang memiliki kelebihan yaitu menjaga keaslian cita rasa dan aroma dari bahan-bahan dasar yang digunakan dalam memasak.

  


Seporsi besar Bakmi Godog Jogja yang mengenyangkan dengan kerupuk sebagai peneman dihargai sejumlah Rp 12.000, dan juga minuman hangat teh manis senilai Rp 3.000. Saya pun meninggalkan tempat tersebut dengan perut kenyang dan puas, tak menyesal jika hari ini tidak jadi menyantap tahu tek. :)


dinoy

Sunday, August 26, 2012

Nasi Rawon, Bekal Perjalanan Pulang



"Pinten, bu?" tanya saya akan harga makanan yang baru saja saya santap. "Wolungewu, mbak," jawab ramah ibu pemilik depot di depan stasiun besar Madiun. Inilah yang saya sukai tiap membeli makanan dari kota kecil yang santun. Tak khawatir menanyakan harga sebelum makan, karena memang hampir selalu murah. Sepiring nasi rawon yang mengenyangkan dengan daging sapinya yang tidak pelit, plus teh manis hangat, dan saya cukup mengeluarkan uang delapan ribu rupiah. Lalu saya siap menumpangi kereta api menuju perhentian saya selanjutnya: pulang. :) 

dinoy

artikel khusus untuk mengikuti #TurnamenFotoPerjalanan ronde kedua dengan tema kuliner