Friday, June 15, 2012

Bicara Tentang Buku Traveling

Saya seorang yang gemar sekali berkunjung ke toko buku. Melihat-lihat buku, membuka dan membaca beberapa bagian bukunya, merupakan hal yang menyenangkan. Terkadang saya pulang dengan membawa satu atau dua buku, terkadang tidak sama sekali. Hanya dengan melihat-lihat sudah cukup puas. Mencermati fenomena setahun belakangan ini, jika saya berkunjung ke toko buku, mata saya dikenyangkan dengan banyaknya buku-buku traveling yang dipajang. Sudah hampir menyaingi buku novel, ada rak besar khusus yang memajang tentang buku-buku traveling dari penulis Indonesia, membahas tujuan domestik dan luar negeri.


Rak khusus buku traveling di Gramedia Melawai

Pertama kali saya membeli buku traveling karena tertarik ingin membaca pengalaman-pengalaman seru tentang traveling ke berbagai tujuan. Buku traveling pertama yang saya beli adalah ‘The Naked Traveler 1’ yang ditulis oleh Trinity. Awalnya sih saya penasaran saja sama judul bukunya yang unik. Apalagi saat itu saya belum tahu sama sekali dengan yang namanya Trinity itu seperti apa. Tapi saya puas memiliki buku ini. Dari cerita-cerita lepas yang ditulis, saya serasa diajak ikut serta ke berbagai tempat yang dikunjungi oleh Trinity. Buku yang nggak ngecap, karena Trinity dengan lugas menyampaikan apa saja yang ia alami selama berada di tempat tertentu. Pengalaman menyenangkan ataupun kesan buruk, semua disampaikan tanpa bermaksud melebih-lebihkan. Sekalipun spesifikasinya bukan buku panduan, tapi tetap menyelipkan beberapa tips selama berada di kota atau negara tertentu.


Buku traveling pertama yang saya beli-tahun 2009

The Naked Traveler 3 saya beli di tahun 2011

Dan seiring dengan maraknya istilah backpacking atau traveling hemat, banyak pula bermunculan buku-buku panduan untuk melakukan perjalanan secara hemat ke suatu daerah tertentu. Buku-buku panduan ini lebih banyak mengupas tentang perjalanan ke luar negeri. Ya, perjalanan ke luar negeri yang dulu rasanya hanya bisa dilakukan oleh kalangan ‘orang kaya’, kini semakin dekat dan semakin terjangkau bagi siapapun juga. Bahkan di judul buku-buku tersebut mencantumkan  secara spesifik tentang jumlah uang yang dibutuhkan selama kurun waktu tertentu berada di suatu daerah –tentunya jumlah uang yang dicantumkan juga tidak terlalu besar. Buku panduan traveling hemat yang pertama saya beli adalah tentang Singapura oleh Claudia Kaunang (reviewnya di sini). Saya membeli buku ini di tahun 2010, karena waktu itu saya berencana akan berwisata ke Singapura ala backpacker bersama beberapa kawan.


Buku ini memuat banyak info penting tentang jalan-jalan hemat di Singapura

Setelah backpacking pertama saya ke Singapura bersama beberapa kawan, selanjutnya saya melakukan solo backpacking ke Bangkok, Thailand. Dan perjalanan saya banyak terbantu oleh buku panduan hemat keliling Thailand yang ditulis oleh seorang kawan, Ariyanto. Di buku tersebut banyak ditulis informasi-informasi mengenai beberapa kota di Thailand, seperti tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi, kebudayaan-kebudayaan Thailand, do and don’t selama di Thailand, juga kisaran harga selama traveling di Thailand.


Buku ini mengupas perjalanan hemat ke beberapa kota di Thailand, salah satunya Bangkok.

Selain dua buku tersebut, saya juga memiliki tiga buku lain tentang panduan traveling hemat di beberapa negara, yaitu: Australia (Sonson NS), China Selatan (Ariyanto), dan Negara Skandinavia (Rossa Indah).

 
Beberapa contoh lain buku panduan traveling hemat

Saya memang belum ada rencana untuk pergi ke negara-negara tersebut dalam waktu dekat, tapi saya suka mempelajari info-info yang ada di dalamnya, juga gambar-gambar yang disajikan. Ya, siapa tahu kan suatu saat saya berkesempatan traveling kesana ? :)

Variasi buku traveling tidak hanya terbatas pada panduan hemat dan praktis, tapi juga tema-tema lainnya. Tema tentang travelogue juga mulai bermunculan, atau cerita fiksi yang dibumbui nuansa traveling. Sebut saja travelogue berjudul ‘Life Traveler' milik Windy Ariestanty yang memukau saya dengan cara bertutur yang apik (reviewnya disini), atau ‘Traveler’s Tale’, fiksi yang ditulis oleh empat penulis dengan nuansa traveling di beberapa negara di Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika (reviewnya di sini).


 


Dari dua buku ini saya diajak jalan-jalan ke banyak tempat dengan nuansa romantisme

Atau mau traveling karena terpukau dengan hiburan yang disajikan di televisi? Misalnya, tertarik ke Korea Selatan karena sering melihat drama Korea atau hiburan musik dari negeri ginseng yang menyajikan latar indah negara tersebut? Sudah tak terhitung jumlahnya saya melihat buku-buku traveling ke Korea Selatan yang terpajang di rak toko buku. Baik yang membahas panduan hemat dan praktis selama di Korea Selatan, atau spesifik membahas jalan-jalan sambil mengincar tempat-tempat artis Korea kenamaan.

Tanpa bermaksud mengikuti tren, tapi buku traveling Korea yang saya beli pertama kali adalah ‘Jalan-Jalan Korea’ yang ditulis Andi F. Yahya & Andi Fauziah Yahya. Saya langsung tertarik membeli buku ini karena buku ini didominasi oleh foto-foto berwarna yang sangat apik, disamping info-info berkaitan dengan banyak spot di Korea Selatan yang dikunjungi. Yap, visualisasi yang menarik adalah salah satu daya tarik utama untuk sebuah buku traveling, yang akan membuat pembaca tertarik untuk berkunjung juga ke tempat yang dibahas oleh penulis. Selain ‘Jalan-Jalan Korea’, ada satu lagi buku traveling Korea yang saya miliki, yaitu berjudul ‘SeoulVivor’ buku yang dikhususkan untuk pecinta K-Pop dan ditulis oleh Lia Indra Andriana & Tatz. Buku ini membahas pengalaman unik penulis selama berada di Korea Selatan, khususnya ke tempat-tempat yang berhubungan dengan entertainment Korea Selatan (reviewnya di sini).

 




Dua buku yang akan membawa kita lebih dekat dengan Korea Selatan

Nah, dengan adanya buku-buku traveling yang semakin menjamur, kita akan semakin dimudahkan untuk melakukan perjalanan ke berbagai tempat di penjuru dunia. Artikel ini memang membahas buku-buku yang kebanyakan berisi perjalanan ke luar negeri, tapi sebenarnya traveling domestik juga sudah banyak dibukukan, kok. Spesifikasinya pun macam-macam, mulai dari wisata belanja, sampai wisata laut. Dan pada akhirnya, buku-buku traveling ini akan menantang kaki kita untuk lebih banyak melangkah dan menjajaki tempat-tempat baru untuk mendapatkan berbagai pengalaman seru di banyak daerah yang berbeda. Let’s go traveling ! :)

dinoy

5 comments:

  1. nice article, i like it! keep writing dear

    ReplyDelete
  2. Aww, thanks harry udah mampir, hehe.. Eh aku lupa. Segera meluncur ke blog mu juga! Keep writing, us! ;)

    ReplyDelete
  3. i love it, simple and flowing <3

    ReplyDelete